Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Diet untuk Diabetes: Makan Kenyang, Gula Darah Terkendali oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menerapkan diet untuk penderita diabetes melitus bertujuan agar kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh senantiasa terkendali. Simak penjelasan lengkap mengenai diet khusus diabetes berikut ini!

diet-untuk-diabetes-doktersehat

Diet untuk Diabetes, Mengapa Perlu?

Diabetes adalah penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah di dalam tubuh sangat tinggi. Tingginya kadar gula darah ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh dalam memproduksi insulin. Atau, jumlah insulin yang diproduksi kurang dari ideal. Padahal, insulin inilah yang berfungsi untuk mengontrol gula darah agar tetap seimbang.

Bagi Anda yang sudah telanjur mengidap diabetes, baik itu diabetes tipe 1 maupun tipe 2, menerapkan diet untuk diabetes tentunya menjadi sangat penting. Pasalnya, pola makan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kadar glukosa semakin bertambah tinggi. Jika sudah begitu, maka nyawa Anda pun jadi taruhannya.

Diet untuk Diabetes, Makanan Apa Saja yang Dikonsumsi?

Lantas, apa saja makanan yang dapat dikonsumsi saat Anda menerapkan diet khusus diabetes melitus ini?

1. Ikan

Makanan pertama yang bisa Anda masukkan ke dalam daftar menu diet diabetes adalah ikan. Jenis ikan yang dimaksud antara lain:

  • Ikan salmon
  • Ikan sarden
  • Ikan makarel
  • Ikan teri
  • Ikan haring

Bukan tanpa alasan mengapa Anda sangat disarankan untuk mengonsumsi ikan-ikan tersebut jika ingin kadar glukosa tetap terkendali. Ikan salmon, sarden, makarel, teri, dan haring kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yakni DHA dan EPA.

Asam lemak omega-3 berfungsi untuk menjaga agar organ jantung tetap sehat dan berfungsi baik. Pasalnya, penderita diabetes juga sangat mungkin menderita penyakit jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya yakni stroke.

Ikan-ikan tersebut juga menurut penelitian diperkaya oleh protein. Hal ini tentu saja penting karena protein sangat dibutuhkan untuk mengoptimalkan proses metabolisme tubuh.

2. Sayuran

Makanan selanjutnya yang patut Anda jadikan salah satu menu diet untuk mengendalikan diabetes adalah sayur, terutama sayuran berdaun hijau seperti daun bayam dan kale. Keduanya diklaim mengandung karbohidrat dalam jumlah rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan kadar glukosa di dalam tubuh.

Selain itu, daun bayam dan kale mengandung vitamin C. Menurut penelitian, vitamin C efektif dalam mengendalikan kadar gula darah serta mengatas peradangan pada penderita diabetes tipe dan dan hipertensi.

Selain itu, sayuran berdaun hijau juga mengandung zat antioksidan seperti  lutein dan zeaxanthin yang berdasarkan sejumlah penelitian dapat melindungi mata dari degenerasi makular dan katarak. Kedua penyakit mata tersebut diketahui merupakan salah satu komplikasi dari diabetes.

3. Telur

Mengonsumsi telur secara wajar juga disarankan bagi para penderita diabetes yang sedang menjalani diet untuk diabetes melitus. Ya, faktanya telur tidak hanya bermanfaat untuk membantu mengendalikan kadar lemak LDL alias kolesterol ‘jahat’, tetapi juga gula darah.

Menurut sebuah penelitian, penderita diabetesâ€"khususnya diabetes tipe 2â€"yang mengonsumsi 2 butir telur setiap hari mampu mengendalikan glukosanya ketimbang mereka yang tidak. Selain itu, sama seperti sayuran hijau, telur juga diperkaya oleh lutein dan zeaxanthin yang berfungsi untuk mencegah komplikasi diabetes pada mata berupa katarak dan degenerasi macular.

4. Yogurt

Menu diet diabetes melitus selanjutnya adalah yogurt, khususnya Greek Yoghurt. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi yogurt efektif menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh.

Selain itu, yogurt juga diklaim mampu menurunkan risiko penyakit jantung di masa mendatang. Membantu menurunkan berat badan juga menjadi manfaat lainnya yang bisa didapat dari makanan satu ini.

5. Kacang-kacangan

Makanan untuk diet diabetes melitus lainnya adalah kacang-kacangan. Hal ini dikarenakan kacang kaya akan serat yang mana serat ini perannya sangat krusial dalam mengendalikan kadar gula darah.

jenis kacang-kacangan yang dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes melitus adalah sebagai berikut:

  • Almond
  • Hazelnut
  • Walnut
  • Kacang Brazil
  • Kacang mete
  • Kacang Macadamia

Menurut sejumlah studi, mengonsumsi kacang terbukti mampu menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh, pun kadar kolesterol sehingga kacang ini juga bisa meminimalisir risiko penyakit kardiovaskular.

6. Brokoli

Brokoli menjadi jenis makanan yang juga sebaiknya tidak luput dari daftar menu diet untuk diabetes Anda. Sayuran yang satu ini kaya akan berbagai kandungan nutrisi seperti karbohidrat, vitamin C, dan magnesium.

Menurut sejumlah studi, brokoli efektif dalam menurunkan kadar glukosa. Selain itu, brokoli juga mengandung zat antioksidan yang mampu meminimalisir risiko penyakit mata berupa katarak dan degenerasi makular yang tak lain merupakan komplikasi dari diabetes.

7. Stroberi

Buah berwarna merah ini juga cocok untuk dijadikan menu diet diabetes. Pasalnya, stroberi mengandung zat antioksidan bernama anthocyanins.

Berdasarkan sejumlah studi, anthocyanins terbukti dapat menurunkan gula darah pada penderita diabetes. Selain itu, zat ini juga diklaim efektif meminimalisir risiko penyakit jantung yang juga kerap menghantui pengidap diabetes tipe 2.

Makanan Apa Saja yang Harus Dihindari dalam Diet untuk Diabetes?

Jika tadi kita membahas mengenai makanan apa saja yang dikonsumsi saat menjalani diet untuk diabetes, kini Anda harus tahu makanan apa yang sebaiknya dihindari guna mencegah melonjaknya kadar glukosa.

Apa saja makanan yang dimaksud? Ini dia informasinya!

1. Makanan yang Mengandung Gula Tinggi

Penderita diabetes sejatinya masih diperbolehkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung gula, akan tetapi tidak dalam kadar yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula hanya akan memperparah penyakit.

2. Makanan Mengandung Lemak Jenuh

Diabetes sangat erat kaitannya dengan penyakit jantung. Oleh sebab itu, Anda juga disarankan untuk menghindari jenis-jenis makanan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung.

Makanan berlemak adalah salah satunya. Mengonsumsi makanan berlemak seperti daging utuh atau daging olahan (sosis, bakso, dsb.) dalam jumlah berlebih hanya akan membuat risiko Anda terkena penyakit jantung semakin besar.

Pasalnya, makanan-makanan tersebut mengandung lemak jenuh. Sebagaimana diketahui, lemak jenuh merupakan salah satu faktor pemicu utama penyakit jantung.

3. Makanan Mengandung Lemak Trans

Selain lemak jenuh, lemak trans juga harus dihindari guna mencegah penyakit bertambah parah. Contoh makanan yang mengandung lemak trans adalah:

  • Makanan yang dimasak dengan cara dipanggang
  • Gorengan
  • Margarin
  • Krimer
  • Biskuit kaleng

Panduan Menu Diet untuk Diabetes

Berikut ini adalah panduan menu untuk diabetes yang bisa Anda terapkan sehari-hari:

  • Sarapan: 1 butir telur, 1 ons kacang almond, 1 gelas susu rendah lemak, 1 potong buah
  • Makan Siang: Sayur bayam, 1 tangkap roti gandum, 1 buah apel, air putih
  • Camilan: 1 gelas Greek yoghurt dan buah pisang
  • Makan Malam: Ikan, kentang rebus, 1 cangkir teh tawar, air putih

Menu di atas hanyalah rekomendasi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai pola diet untuk diabetes yang tepat sesuai dengan kondisi.

 

  1. Anonim. Diabetes Diet: Create Your healthy-eating Plan. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-diet/art-20044295
  2. Anonim. What is a Healthy, Balanced Diet for Diabetes? https://www.diabetes.org.uk/guide-to-diabetes/enjoy-food/eating-with-diabetes/what-is-a-healthy-balanced-diet (Diakses pada 7 Juli 2020)
  3. Spritzler, F. 2017. The 16 Best Foods to Control Diabetes. https://www.healthline.com/nutrition/16-best-foods-for-diabetics (diakses pada 7 Juli 2020)

Itulah tadi informasi mengenai Diet untuk Diabetes: Makan Kenyang, Gula Darah Terkendali oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang bisa dialami oleh wanita yang melahirkan normal melalui vagina ataupun yang melahirkan dengan operasi caesar. Pendarahan pascapersalinan dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat menyebabkan organ tubuh tidak mendapatkan aliran darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

pendarahan-pascamelahirkan-doktersehat

Apa Itu Pendarahan Pascamelahirkan?

Pada dasarnya kehilangan darah setelah melahirkan adalah sesuatu yang normal. Jika seorang wanita melahirkan normal, biasanya akan kehilangan darah sekitar 500 mililiter, sedangkan jika melakukan operasi caesar tubuh wanita biasanya akan kehilangan 800 â€" 1.000 mililiter. Pendarahan pascamelahirkan yang perlu diwaspadai jika Anda kehilangan lebih banyak darah dari yang seharusnya.

Pendarahan pascapersalinan yang tidak berhenti dari hari ke hari disertai pandangan kabur, kedinginan, atau merasa lemah adalah kondisi yang harus diwaspadai.

Penyebab Pendarahan Pascamelahirkan

Setelah bayi dilahirkan, rahim biasanya berkontraksi dan mendorong keluar plasenta. Proses kontraksi ini membantu menekan pembuluh darah tempat plasenta menempel. Jika rahim tidak berkontraksi cukup kuat, pembuluh darah ini bisa lepas sehingga menjadi penyebab paling umum pendarahan pascapersalinan.

Berikut adalah beberapa kondisi lain yang bisa menyebabkan pendarahan pascamelahirkan, antara lain:

  • Leher rahim atau jaringan vagina robek
  • Pembuluh darah di rahim robek
  • Mengalami hematoma
  • Gangguan pembekuan darah
  • Masalah plasenta
  • Ruptur uteri
  • Pembalikan rahim
  • Memiliki fibroid rahim

Kondisi Selama Persalinan

Selain beberapa penyebab seperti di atas, pendarahan pascamelahirkan juga bisa disebabkan oleh:

  • Persalinan caesar.
  • Mendapatkan anestesi umum. Ini adalah obat yang membuat Anda tertidur sehingga tidak merasakan sakit selama operasi. Jika tidak menjalani operasi caesar darurat, Anda mungkin memerlukan anestesi umum.
  • Mengonsumsi obat untuk menginduksi persalinan. Obat yang disebut Pitocin berguna untuk menginduksi persalinan. Pitocin adalah bentuk oksitosin buatan manusia, hormon yang dibuat agar tubuh memulai kontraksi.
  • Menjalani persalinan cepat atau berada dalam persalinan dalam waktu yang lama membuat Anda berisiko untuk mengalami pendarahan pascapersalinan.

Faktor Risiko

Beberapa wanita memiliki risiko lebih besar untuk mengalami pendarahan pascamelahirkan. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang menyebabkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Memiliki solusio plasenta
  • Mengalami plasenta previa
  • Kelebihan air ketuban
  • Kehamilan lebih dari satu janin
  • Memiliki tekanan darah tinggi saat hamil
  • Sudah banyak menjalani proses persalinan
  • Mengalami infeksi
  • Kegemukan
  • Melahirkan dengan forceps atau melahirkan vakum
  • Etnik Asia atau Hispanik

Jika Anda memiliki salah satu dari faktor-faktor risiko ini, dokter mungkinan akan mengambil tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah pendarahan dan mengamati Anda lebih intens dalam 24 hingga 48 jam setelah melahirkan.

Risiko pendarahan pascamelahirkan tertinggi dalam 24 jam pertama setelah kelahiran disebut primary postpartum hemorrhage. Sementara pendarahan yang terjadi setelah 24 jam pertama kelahiran hal itu disebut secondary hemorrhage.

Gejala Pendarahan Pascamelahirkan

Gejala pendarahan pascapersalinan dapat terlihat seperti beberapa kondisi kesehatan lainnya. Berikut ini adalah beberapa gejala yang paling umum, antara lain

  • Pendarahan yang tidak terkendali.
  • Tekanan darah menurun.
  • Peningkatan detak jantung.
  • Penurunan jumlah sel darah merah.
  • Jika pendarahan pascamelahirkan berasal dari hematoma, pembengkakan dan rasa sakit pada vagina atau area sekitarnya bisa terjadi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Pendarahan pascamelahirkan adalah kondisi yang serius karena bisa menyebabkan tekanan darah mengalami penurunan. Apabila tekanan darah terlalu rendah, organ tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup sehingga bisa menyebabkan kematian. Oleh karena itu, segera cari bantuan medis jika:

  • Pendarahan terjadi lebih dari satu pembalut selama satu jam dan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti
  • Penglihatan kabur
  • Panas dingin
  • Kulit basah
  • Detak jantung yang cepat
  • Pusing
  • Kelemahan
  • Mual
  • Perasaan lemah

Diagnosis Pendarahan Pascamelahirkan

Diagnosis yang bisa dilakukan dokter adalah meninjau riwayat kesehatan  dan melakukan pemeriksaan fisik. Beberapa tes lainnya yang mungkin disarankan dokter untuk membantu diagnosis, antara lain:

  • Mengukur denyut nadi dan tekanan darah.
  • Jumlah sel darah merah.
  • Faktor pembekuan dalam darah.
  • Perkirakan berapa banyak darah yang hilang.

Pengobatan Pendarahan Pascamelahirkan

Pada dasarnya perawatan pendarahan pascapersalinan adalah untuk menghentikan kondisi yang menyebabkan perdarahan sesegera mungkin. Beberapa perawatan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Obat atau pijatan rahim untuk merangsang kontraksi.
  • Menghilangkan potongan plasenta yang tersisa di rahim.
  • Pemeriksaan rahim, jaringan panggul, vagina, dan vulva untuk mencari area yang mungkin perlu diperbaiki.
  • Bakri balloon atau foley catheter digunakan untuk memberi tekanan pendarahan yang terjadi di dalam rahim.
  • Laparotomi, prosedur bedah dengan membuat sayatan di dinding perut mungkin diperlukan untuk menemukan penyebab pendarahan pascamelahirkan.
  • Mengikat atau menyegel pembuluh darah yang berdarah. Ini dilakukan dengan menggunakan jahitan kompresi uterus, gel khusus, lem, atau coils.
  • Histerektomi, prosedur bedah untuk mengangkat rahim. Pada banyak kasus, ini adalah pilihan terakhir yang diambil.

Mengganti darah yang hilang dengan segera menjadi penting dalam mengobati pendarahan pascamelahirkan. Anda mungkin akan diberikan cairan infus dan darah intravena untuk mencegah syok. Jika penyebab pendarahan berhasil diatasi, Anda bisa pulih sepenuhnya.

Komplikasi Pendarahan Pascamelahirkan

Kehilangan banyak darah dengan cepat dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang parah. Jika kondisi ini tidak mendapatkan penanganan dengan cepat, hal itu bisa menyebabkan syok hingga kematian.

Pencegahan Pendarahan Pascamelahirkan

Semua wanita pasti menerima perawatan untuk membantu mencegah pendarahan pascapersalinan. Beberapa obat yang digunakan untuk mencegah perdarahan adalah misoprostol, ergometrine, carbetocin, atau kombinasi dari obat-obatan tersebut.

Sementara itu, beberapa pakar menyarankan ibu untuk mulai menyusui sesegera mungkin setelah lahir. Hal ini memungkinkan ibu untuk mengeluarkan oksitosin (natures Pitocin) untuk membantu kontraksi rahim dan mengeluarkan plasenta.

Setelah plasenta dikeluarkan, memastikan kandung kemih kosong juga dapat menghindari pendarahan pascamelahirkan.

 

  1. Anonim. Postpartum Hemorrhage
    https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=postpartum-hemorrhage-90-P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  2. Anonim. Postpartum Hemorrhage. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P02486. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  3. Anonim. POSTPARTUM HEMORRHAGE. https://www.marchofdimes.org/pregnancy/postpartum-hemorrhage.aspx#:~:text=Postpartum%20hemorrhage%20(also%20called%20PPH,to%205%20percent)%20have%20PPH. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  4. Moldenhauer, Julie S. 2020. Postpartum Hemorrhage. https://www.msdmanuals.com/professional/gynecology-and-obstetrics/abnormalities-and-complications-of-labor-and-delivery/postpartum-hemorrhage. (Diakses pada 3 Juli 2020).
  5. Weiss, Robin Elise. 2019. How to Prevent Postpartum Hemorrhage. https://www.verywellfamily.com/postpartum-hemorrhage-2753097. (Diakses pada 3 Juli 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Pendarahan Pascamelahirkan: Gejala, Penyebab, Diagnosis, dll oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Imiquimod adalah obat untuk mengatasi pertumbuhan sejenis kanker kulit. Obat ini juga digunakan untuk mengobati kutil kelamin. Ketahui imiquimod obat apa, fungsi, dosis, aturan pakai, harga, dll.

imiquimod-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Imiquimod

Berikut ini adalah informasi umum obat imiquimod:

 Nama Obat Imiquimod
 Kandungan Obat Imiquimod
 Kelas Obat Dermatologis dan obat topikal antivirus
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat
  • Mengobati kutil kelamin.
  • Mengobati kutil perianal atau kutil anus.
  • Mengobati actinic keratosis (AK), kondisi pra kanker kulit.
 Kontraindikasi Obat
  • Pasien dengan penyakit autoimun.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien dengan penyakit human papilloma virus (HPV) sebelumnya.
 Sediaan Obat Obat topikal
 Harga Obat Rp3.120.000/1 dus @12 kemasan (12×250 mg)

Harga obat imiquimod mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter dengan merek dagang lain.

Imiquimod Obat Apa?

Imiquimod adalah obat topikal yang dapat mengaktifkan sistem kekebalan tubuh untuk mengatasi beberapa jenis gangguan kulit atau pertumbuhan kulit abnormal. Obat topikal ini digunakan untuk mengobati actinic keratosis (AK), yaitu pertumbuhan pra kanker kulit akibat paparan sinar matahari yang tidak sehat.

Krim ini juga digunakan untuk mengatasi kutil kelamin atau kutil anus/dubur yang terjadi di bagian luar alat kelamin. Obat Imiquimod termasuk dalam kelas obat dermatologis yang juga berperan sebagai antivirus.

Obat ini dapat membantu mengontrol gejala karsinoma sel basal superfisial yang merupakan sejenis kanker kulit. Kondisi ini umumnya terjadi pada kulit bagian leher, tangan, kaki, atau gejala seperti kutil.

Obat ini boleh digunakan untuk anak di atas usia 12 tahun. Obat ini dianggap efektif untuk mencegah pertumbuhan kondisi pra kanker kulit, namun tidak diketahui apakah dapat mencegah penularan kutil atau gangguan kulit ke orang lain.

Merek Dagang Imiquimod

Obat topikal antivirus ini dijual sebagai obat generik dengan nama krim imiquimod. Obat ini juga memiliki merek dagang lain, yaitu:

  • Aldara
  • Imiquad

Obat dermatologis ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum tercatat dalam informasi ini. Selain itu, harga imiquimod dalam merek lain mungkin lebih mahal dari obat generik.

Fungsi Obat Imiquimod

Obat ini digunakan untuk mengatasi kondisi kulit seperti kutil kelamin dan gangguan kulit terkait pra kanker kulit. Ketahui manfaat imiquimod berikut ini:

1. Kutil Kelamin

Kutil kelamin adalah salah satu penyakit menular seksual dengan gejala rasa gatal, nyeri, ketidaknyamanan, dan sensasi terbakar pada area kelamin. Kutil kelamin disebabkan oleh strain human papillomavirus (HPV), virus yang juga menyebabkan displasia serviks dan kanker.

Pada pria, kutil kelamin muncul di area paha, di dalam atau luar anus, penis, atau skrotum. Pada wanita, biasanya kutil kelamin tumbuh di dalam atau luar vagina, di luar atau dalam anus, atau di leher rahim (serviks). Sementara krim imiquimod hanya digunakan untuk kutil kelamin di bagian luar kelamin.

2. Actinic Keratosis

Actinic keratosis adalah pertumbuhan pra kanker kulit yang terjadi akibat paparan sinar matahari. Gejala actinic keratosis adalah bercak-bercak kecil pada kulit yang umumnya terjadi di leher, kulit kepala, telinga, punggung tangan, wajah, dan bibir. Sebagian besar orang tidak menyadari tanda-tanda kanker kulit ini atau yang juga disebut dengan keratosis ini.

Kondisi ini umumnya berkembang selama bertahun-tahun dan baru muncul pada orang dengan usia di atas 40 tahun. Sementara itu, gejala actinic keratosis dapat diatasi dengan obat imiquimod agar lesi actinic keratosis tidak berkembang menjadi kanker kulit.

3. Karsinoma Sel Basal Superfisial

Karsinoma sel basal superfisial adalah jenis kanker kulit di mana jenis sel tertentu di dalam kulit memproduksi sel kulit baru saat sel lama mati. Gejala karsinoma sel basal adalah benjolan transparan pada kulit yang umumnya terjadi di kulit kepala dan leher.

Penyebab karsinoma sel basal superfisial diduga karena paparan sinar radiasi jangka panjang. Salah satu cara mencegahnya adalah dengan menggunakan tabir surya dan meminimalisir paparan langsung cahaya matahari di siang hari.

Itulah berbagai fungsi obat imiquimod. Obat ini mungkin digunakan untuk indikasi atau gangguan kulit lain yang belum tercantum dalam informasi ini.

Baca Juga: Kanker Kulit: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Peringatan Obat Imiquimod

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat topikal untuk kulit ini, sebagai berikut:

  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi terhadap kandungan imiquimod atau obat Aldara.
  • Beritahu dokter bila Anda memiliki riwayat alergi obat lainnya.
  • Beritahu dokter bila Anda sedang menggunakan krim, obat topikal, perawatan kulit, atau belum sembuh dari operasi lain.
  • Beritahu dokter semua obat termasuk obat topikal lain, suplemen, vitamin, atau herbal lainnya yang sedang Anda gunakan.
  • Gunakan obat sesuai dengan dosis dan jadwal dari dokter.
  • Anda harus melakukan pemeriksaan kulit secara teratur sebelum, selama, dan sesudah menggunakan krim ini.
  • Hindari paparan sinar matahari selama menggunakan perawatan kulit dengan obat ini.
  • Gunakan tabir surya. Konsultasikan pada dokter jenis dan SPF tabir surya yang sesuai dengan kondisi Anda.
  • Segera hubungi dokter bila Anda mengalami reaksi kulit yang mengganggu setelah menggunakan krim ini.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 12 tahun.

Beberapa hal lain yang harus Anda hindari selama Anda menggunakan obat ini, termasuk:

  • Jangan berenang.
  • Jangan mandi atau membasuh area kulit yang baru dioleskan krim ini.
  • Jangan terpapar sinar matahari langsung.
  • Jangan menggunakan krim ini pada luka bakar terbuka atau area kulit yang belum sembuh dari operasi.
  • Jangan menggunakan krim ini di area mulut, hidung, atau mata.
  • Obat ini tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual lainnya.
  • Jangan menggunakan obat ini tanpa pemeriksaan kulit sebelumnya atau tanpa resep dokter.
  • Jangan berbagi obat ini dengan orang lain walau dengan indikasi yang sama.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat kulit ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Penyakit autoimun.
  • Transplantasi organ.
  • Tidak digunakan untuk penyakit virus human papilloma pada manusia uretra, intravaginal, serviks, dubur, atau intra-anal.

Itulah beberapa peringatan penting sebelum dan selama Anda menggunakan obat topikal untuk gangguan kulit ini. Selebihnya, konsultasi pada dokter tentang semua hal yang harus Anda ketahui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Imiquimod

Interaksi obat adalah reaksi yang mungkin muncul bila Anda menggunakan lebih dari satu obat sembarangan. Reaksi tersebut dapat melemahkan atau meningkatkan kedua atau salah satu obat. Interaksi obat juga mungkin terjadi bila Anda menggunakan dua obat topikal termasuk krim atau salep secara bersamaan di area kulit yang sama.

Berikut ini kemungkinan interaksi obat imiquimod bila digunakan bersama dengan obat lain seperti:

  • Asam aminolevulinic
  • Asam aminolevulinic topikal
  • Methoxsalen
  • Metil aminolevulinat topikal
  • Verteporfin

Obat ini juga akan berinteraksi dengan penyakit eksim dan kondisi terbakar sinar matahari. Sebaiknya, tidak menggunakan dua obat atau lebih sembarangan kecuali dengan petunjuk dokter.

Baca Juga: Ciri-Ciri Kanker Kulit Berdasarkan Jenisnya

Efek Samping Imiquimod

Berikut ini beberapa efek samping imiquimod yang mungkin terjadi:

  • Batuk
  • Bersin
  • Nyeri tubuh
  • Gatal
  • Panas dingin
  • Telinga tersumbat
  • Hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Kulit merah
  • Ruam kulit
  • Kulit melepuh
  • Kesulitan bernapas
  • Kelelahan ekstrim

Efek samping lainnya yang mungkin terjadi namun jarang, termasuk:

  • Nyeri perut
  • Nyeri kaki, lutut, dan sendi
  • Nyeri dada
  • Suara serak
  • Gugup
  • Sulit berkemih
  • Gangguan penglihatan
  • Detak jantung tidak teratur
  • Kelenjar getah bening yang bengkak, nyeri, atau lunak di leher, ketiak, atau selangkangan

Daftar efek samping tersebut mencantumkan semua efek samping lainnya yang mungkin terjadi. Setiap orang mungkin mengalami reaksi berbeda pada setiap obat. Segera hubungi dokter bila Anda mengalami efek samping serius.

Dosis Obat Imiquimod

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Berikut ini adalah informasi tentang dosis imiquimod:

1. Mengatasi Kutil Kelamin atau Kutil Perianal

  • Krim Imiquimod 3,75% untuk Dewasa: Oleskan tipis-tipis dan merata ke area kulit sebanyak sekali sehari. Total perawatan selama 8 minggu.
  • Krim 5% untuk Dewasa: Oleskan krim tipis-tipis secara merata 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Apabila Anda menggunakan obat ini untuk mengatasi kutil kelamin, perhatikan beberapa hal ini, termasuk:

  • Obat ini tidak menyembuhkan kutil kelamin, namun mengontrol gejalanya.
  • Kutil kelamin baru mungkin tetap muncul selama Anda menggunakan krim kulit ini.
  • Kondom tampaknya tidak akan berfungsi dengan baik bila digunakan dalam kondisi kutil kelamin.
  • Anda mungkin menggunakan alat kontrasepsi lain selama melakukan perawatan kutil kelamin dengan krim ini.
  • Sebaiknya, tidak melakukan aktivitas seksual apapun selama kutil kelamin belum sembuh.

2. Mengatasi Karsinoma Sel Basal Superfisial

Oleskan krim 5% 5 kali seminggu sebelum tidur selama 6 minggu. Membutuhkan waktu hingga 12 minggu setelah menyelesaikan perawatan untuk menilai respon obat tersebut.

3. Actinic Keratosis

  • Sebagai 2,5% atau 3,75% Krim: Oleskan ke kulit sekali sehari setiap sebelum tidur selama 2 minggu.
  • Sebagai Krim 5%: Oleskan ke kulit 3 kali seminggu sebelum tidur selama 4 minggu. Ulangi perawatan selama 4 minggu lagi dengan interval 4 minggu.

Informasi ini tidak menggantikan resep dari dokter. Sebaiknya konsultasi dengan dokter tentang dosis imiquimod yang sesuai dengan kondisi Anda.

Cara Pakai Imiquimod

Berikut ini cara pakai krim imiquimod:

  • Ikuti sesuai dengan petunjuk penggunaan pada resep dokter.
  • Obat topikal hanya digunakan untuk pemakaian di kulit.
  • Jangan menggunakan obat topikal ini terlalu banyak atau terlalu lama karena akan meningkatkan risiko efek samping.
  • Cuci tangan sebelum mengoleskan krim ini.
  • Aplikasikan krim ini dengan tangan yang bersih dan kering.
  • Oleskan krim tipis-tipis dan merata.
  • Gunakan sebelum tidur agar obat dapat menyerap selama 8 jam.
  • Bersihkan kulit di pagi harinya.
  • Jangan tutupi kulit yang baru diolesi krim dengan perban atau plester lainnya.
  • Gunakan celana berbahan katun selama Anda mengobati kutil kelamin dengan krim ini.

Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda tidak memahami instruksi ini. Gunakan obat apapun sesuai dengan resep dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping yang mungkin terjadi.

Petunjuk Penyimpanan Imiquimod

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat dan mengurangi kinerja obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Jangan menyimpan obat di tempat yang panas, lembap, berair, atau terpapar matahari langsung.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang kering dan sejuk dengan suhu 20°C-25°C.
  • Jangan menyimpan obat di dalam kulkas, dekat kompor, wastafel, atau tempat yang terlalu panas.
  • Sebaiknya simpan obat di kotak P3K khusus.
  • Bila tidak ada, simpan obat di laci atau tempat yang tertutup rapat.
  • Simpan obat pada wadah aslinya.
  • Jangan lupa tutup rapat obat topikal, obat cair, dan obat lainnya.
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang imiquimod obat apa. Manfaat imiquimod adalah untuk mengatasi beberapa gangguan kulit seperti kutil kelamin dan mencegah risiko pertumbuhan kanker kulit. Informasi ini tidak menggantikan konsultasi langsung dengan dokter. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2020. Genital Warts. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  2. Mayo Clinic. 2020. Basal cell carcinoma. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/basal-cell-carcinoma/symptoms-causes/syc-20354187. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  3. Mayo Clinic. 2020. Actinic keratosis. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/actinic-keratosis/symptoms-causes/syc-20354969#:~:text=An%20actinic%20keratosis%20(ak%2DTIN,%2C%20forearms%2C%20scalp%20or%20neck. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  4. MIMS. 2020. Imiquimod. https://www.mims.com//philippines/drug/info/imiquimod?mtype=generic. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  5. Multum, Cerner. 2020. Imiquimod topical. https://www.drugs.com/mtm/imiquimod-topical.html. (Diakses pada 27 Juni 2020).
  6. WebMD. 2020. Imiquimod Cream In Metered-Dose Pump. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-1191-1350/imiquimod-topical/imiquimod-3-75-topical/details. (Diakses pada 27 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Imiquimod: Fungsi, Dosis, Efek Samping, Harga, dll oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Indapamide: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Sampig, dll oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Indapamide adalah obat untuk mengobati tekanan darah tinggi dan edema. Obat ini digunakan sebagai obat tunggal atau obat kombinasi dengan obat lainnya. Ketahui indapamide obat apa, fungsi, aturan pakai, efek samping, dll.

obat-indapamide-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Indapamide

Berikut ini adalah informasi umum obat indapamide:

 Nama Obat Indapamide
 Kandungan Obat Indapamide
 Kelas Obat Diuretik
 Kategori Obat Obat resep
 Manfaat Obat Mengatasi edema dan tekanan darah tinggi.
 Kontraindikasi Obat Anuria dan gangguan liver berat.
 Sediaan Obat Tablet
 Harga Obat Rp110.000/10 tablet

Harga obat indapamide mungkin berbeda di setiap apotek. Obat ini dapat dibeli di apotek dengan resep dokter.

Indapamide Obat Apa?

Indapamide adalah obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi atau hipertensi. Tekanan darah tinggi adalah kondisi medis jangka panjang di mana kekuatan darah pada tensi sistolik menunjukan angka 130-139 mmHg dan diastolik 80-89 mmHg.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati edema atau cairan ekstra dalam tubuh yang disebabkan oleh gagal jantung. Obat ini termasuk dalam kelas obat diuretik thiazide (pil air) yang bekerja dengan cara mengurangi kelebihan garam dan air dalam tubuh.

Indapamide juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Anda harus berkonsultasi pada dokter dalam menggunakan obat ini. Obat diuretik ini mungkin diberikan sebagai obat tunggal atau obat kombinasi untuk mengatasi kondisi terkait edema dan hipertensi.

Baca Juga: 15 Buah Penurun Darah Tinggi (Hipertensi) yang Terbukti Efektif

Merek Dagang Indapamide

Obat Indapamide dijual dengan merek dagang:

  • Aldapres
  • Natrilix

Obat diuretik ini mungkin juga dipasarkan dengan merek dagang lain yang belum diketahui.

Fungsi Obat Indapamide

Fungsi obat indapamide adalah untuk membantu mengatasi dua kondisi medis, yaitu:

1. Mengatasi Tekanan Darah Tinggi

Obat diuretik digunakan untuk membantu mengontrol tekanan darah tinggi, namun tidak menyembuhkan kondisi sepenuhnya. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah kondisi dimana tekanan darah lebih tinggi dari kondisi normal yaitu 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg.

Tekanan darah tinggi akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras untuk memompa dan mengalirkan darah. Akibatnya, tekanan darah tinggi akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular termasuk stroke, serangan jantung, aneurisma.

Apabila Anda sudah didiagnosis memiliki tekanan darah tinggi, sangat penting untuk mengontrolnya dengan pola makan sehat atau obat-obatan seperti indapamide ini dalam pantauan dokter.

2. Mengatasi Edema

Edema adalah pembengkakan akibat cairan berlebih yang terperangkap di dalam jaringan tubuh akibat kondisi medis tertentu seperti gaga jantung, penyakit ginjal, atau sirosis hati. Pembengkakan ini dapat terjadi di kaki, pergelangan kaki, atau tangan.

Salah satu cara untuk mengatasi edema adalah dengan mengurangi jumlah garam dan air dalam tubuh dengan obat diuretik. Selain itu, penderita edema juga harus mengatur asupan makan sehat dengan jumlah asupan garam yang dibatasi.

Peringatan Obat Indapamide

Harap perhatikan beberapa peringatan penting ini sebelum menggunakan obat diuretik ini, sebagai berikut:

  • Jangan menggunakan obat ini bila Anda memiliki alergi terhadap obat Indapamide atau obat sulfa lainnya.
  • Beritahu dokter apabila Anda memiliki riwayat obat diuretik lainnya.
  • Gunakan obat ini sesuai dengan resep dokter.
  • Obat diuretik ini tidak boleh digunakan oleh penderita anuria, kondisi sulit atau tidak bisa buang air kecil.
  • Anda juga harus berhati-hati menggunakan obat ini bila Anda memiliki kondisi kalium darah dan natrium rendah.
  • Konsultasikan lagi pada dokter apakah obat ini aman digunakan pada kondisi hamil, menyusui, atau bila Anda sedang merencanakan kehamilan.
  • Obat ini hanya boleh digunakan untuk orang di atas usia 18 tahun.

Selain itu, konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat steroid ini apabila Anda memiliki riwayat:

  • Sirosis
  • Diabetes
  • Lupus
  • Penyakit liver lainnya
  • Penyakit ginjal
  • Artritis gout
  • Sedang menjalani program diet rendah garam

Indapamide adalah obat keras yang hanya dapat digunakan dengan resep dokter. Harap baca dengan teliti aturan pakai obat ini untuk mengurangi efek samping dan memaksimalkan kerja obat untuk mengontrol tekanan darah tinggi dan edema.

Interaksi Obat Indapamide

Interaksi obat adalah kondisi ketika ada lebih dari satu kandungan obat, vitamin, suplemen, atau herbal lainnya bereaksi dan menyebabkan efek lain dari fungsi kandungan obat masing-masing. Efek dari interaksi obat dapat melemahkan atau menguatkan salah satu atau kedua kandungan obat.

Berikut ini reaksi obat Indapamide yang mungkin terjadi:

  • Memiliki efek aditif bila digunakan bersama dengan agen antihipertensi dan obat diuretik lainnya.
  • Meningkatkan efek hipokalemia (kekurangan kalsium dan potasium) bila digunakan bersama dengan obat kortikosteroid, kortikotropin, amfoterisin.
  • Meningkatkan risiko toksisitas lithium.

Selain itu, obat indapamide ini juga akan mengalami efek menurun bila digunakan dengan obat antihipertensi lainnya, seperti:

  • Hidroklorotiazid
  • Furosemide
  • propranolol
  • Metoprolol
  • Lisinopril
  • Ramipril
  • Losartan
  • Valsartan
  • Lithium

Obat ini juga memiliki risiko interaksi obat bila digunakan bersama dengan obat-obat berikut ini:

  • Asam Asetilsalisilat
  • Amlodipine
  • Aspirin
  • Atenolol
  • Kalsium 600 D
  • Crestor
  • Cymbalta
  • Minyak Ikan
  • Furosemide
  • Ibuprofen
  • Lantus
  • Lipitor
  • Lisinopril
  • Losartan
  • Lyrica
  • Metformin
  • Metoprolol Succinate ER
  • Metoprolol Tartrate
  • Naproxen
  • Nexium
  • Norvasc
  • Paracetamol
  • Plavix
  • Ramipril
  • Synthroid
  • Vitamin B12
  • Vitamin C
  • Vitamin D3

Beritahu dokter apabila Anda sedang menggunakan obat lainnya agar tidak terjadi interaksi obat. Hasil dari interaksi obat umumnya mengubah kinerja obat dan memicu efek samping yang tidak diinginkan.

Efek Samping Indapamide

Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin terjadi setelah menggunakan obat ini:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Lemah
  • Lelah
  • Kehilangan energi
  • Kejang otot
  • Kram
  • Sering buang air kecil

Efek samping ringan seperti ini umumnya akan segera hilang, namun tetap hubungi dokter bila efek samping tidak kunjung sembuh dan malah semakin parah.

Obat ini mungkin memicu reaksi alergi umum, seperti:

  • Bengkak pada tenggorokan
  • Bengkak di lidah
  • Kesulitan bernapas
  • Gatal-gatal
  • Ruam kulit

Anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk menghentikan alergi ini dan meminta obat lain untuk mengatasi gejala Anda.

Efek samping lain yang mungkin terjadi, meliputi:

  • Diare
  • Rasa haus meningkat
  • Tidak napsu makan
  • Sakit perut
  • Mulut terasa kering
  • Detak jantung tidak teratur
  • Nadi lemah
  • Perubahan suasana hati atau mental
  • Sulit tidur

Beberapa efek samping yang ditimbulkan dari obat ini mungkin tidak memerlukan perawatan medis karena akan segera sembuh dengan penyesuaian tubuh terhadap obat. Walaupun demikian, tetap konsultasi dengan dokter bila Anda mengalami efek samping obat yang lebih parah dan mengkhawatirkan.

Dosis Obat Indapamide

Dosis setiap orang berbeda-beda tergantung pada:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Tingkat keparahan penyakit
  • Kondisi kesehatan saat ini
  • Reaksi tubuh pada dosis pertama

Dosis indapamide untuk mengatasi edema untuk dewasa adalah 2,5 mg sekali sehari. Dosis mungkin ditingkatkan menjadi 5 gram setiap hari selama satu minggu. Sementara dosis indapamide untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah 1,25-2,5 mg sekali sehari.

Dosis untuk lansia (65 tahun ke atas) akan disesuaikan dengan kondisi pasien. Umumnya, dosis yang digunakan lebih rendah dari dosisi dewasa karena tubuh lansia memiliki proses penyerapan obat yang cenderung lebih lambat.

Obat ini mungkin digunakan sebagai obat tunggal atau obat kombinasi. Informasi ini tidak menggantikan resep dokter.

Cara Pakai Indapamide

Berikut ini cara pakai obat indapamide:

  • Obat ini hanya boleh digunakan dengan resep dokter.
  • Jangan gunakan obat ini kurang atau lebih dari resep dokter.
  • Obat ini digunakan untuk perawatan tekanan darah jangka panjang.
  • Minum obat ini di pagi hari setiap agar Anda tidak lupa.
  • Apabila Anda lupa minum obat sesuai jadwal, segera minum obat saat Anda mengingatnya.
  • Apabila saat Anda mengingatnya sudah mendekati jadwal minum obat di hari selanjutnya, maka lupakan dosis yang terlewat dan minum obat kembali sesuai dengan jadwal.
  • Tidak boleh menggunakan dua dosis sekaligus di waktu yang sama.
  • Selama menggunakan obat ini, Anda butuh pengecekan tensi darah secara rutin untuk monitor kondisi kesehatan Anda dan mengetahui apakah obat ini bekerja dengan baik.
  • Obat ini dapat diminum sebelum makan.

Gunakan obat ini sesuai dengan perintah dokter untuk memaksimalkan kinerja obat dan mengurangi risiko efek samping.

Petunjuk Penyimpanan Indapamide

Jangan menyimpan obat sembarangan karena akan merusak kandungan obat. Ikuti petunjuk penyimpanan obat yang benar, sebagai berikut:

  • Hindari obat dari paparan cahaya, panas, tempat lembap, dan air.
  • Simpan obat-obatan Anda di tempat yang sejuk dan kering atau di bawah suhu 20°C-25°C.
  • Simpan obat di kotak P3K atau laci khusus obat-obatan yang tertutup dan aman.
  • Jangan menyimpan obat di dekat kompor, wastafel, tempat panas, atau tempat yang terlalu dingin.
  • Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
  • Bila perlu, simpan obat dalam wadah aslinya.
  • Tidak membuang obat sembarangan karena akan mencemari lingkungan.
  • Tanyakan apoteker Anda tentang instruksi penyimpanan obat yang lebih spesifik.

Itulah pembahasan lengkap tentang indapamide obat apa. Manfaat obat Indapamide adalah untuk mengatasi edema dan hipertensi. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk penggunaan dan resep dokter. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

  1. Kivi, Rose. 2018. Just the Essentials of Essential Hypertension. https://www.healthline.com/health/essential-hypertension. (Diakses pada 23 Juni 2020).
  2. Mayo Clini. 2017. Edema. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/symptoms-causes/syc-20366493. (Diakses pada 23 Juni 2020).
  3. MIMS. 2020. Indapamide. https://www.mims.com/Indonesia/drug/info/indapamide/. (Diakses pada 23 Juni 2020).
  4. Multum, Cerner. 2019. Indapamide. https://www.drugs.com/mtm/indapamide.html.  (Diakses pada 23 Juni 2020).
  5. University of Illinois-Chicago, Drug Information Group. Indapamide, Oral Tablet. https://www.healthline.com/health/indapamide-oral-tablet.  (Diakses pada 23 Juni 2020).

Itulah tadi informasi mengenai Indapamide: Fungsi, Dosis, Aturan Pakai, Efek Sampig, dll oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.