Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Dari banyaknya urutan penggunaan skincare, salah satu yang mungkin paling membingungkan adalah menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer atau sunscreen terlebih dulu. Kedua produk ini memiliki fungsi yang berbeda, dan urutan yang keliru dapat memengaruhi keampuhannya.

Lantas, mana yang sebaiknya Anda gunakan lebih dahulu?

Ketahui dahulu fungsi moisturizer dan sunscreen

moisturizer dulu atau sunscreen

Meski kulit wajah menyerap keduanya dengan cara yang sama, moisturizer dan sunscreen memiliki efek yang berbeda terhadap kulit. Guna menentukan apakah Anda harus memakai moisturizer dulu atau sunscreen, coba kenali fungsinya berikut ini:

1. Fungsi moisturizer

Moisturizer berfungsi menjaga kelembapan kulit dan memperbaiki teksturnya. Produk ini biasanya mengandung humektan seperti gliserin, asam laktat, atau urea. Humektan adalah bahan yang dapat menarik air ke dalam kulit sehingga kulit wajah tetap lembap.

Kebanyakan moisturizer juga mengandung emolien berupa minyak nabati dan lanolin yang mampu melembutkan kulit. Kombinasi humektan dan emolien tidak hanya membuat wajah terasa lembap, tapi juga halus dan kenyal dengan tekstur yang merata.

2. Fungsi sunscreen

Bila Anda bingung perlu memakai moisturizer dulu atau sunscreen, hal ini mungkin bisa menjadi petunjuknya. Melansir Skin Cancer Foundation, fungsi utama sunscreen adalah melindungi kulit dari sinar UV yang bisa menyebabkan sunburn, penuaan dini, bahkan kanker.

Saat membeli sunscreen, pilihlah sunscreen dengan SPF 30 atau 50 untuk memperoleh perlindungan maksimal. Sunscreen sebaiknya digunakan kembali setiap 2 jam, terutama setelah Anda berkeringat, berenang, atau mencuci muka.

Jadi, sebaiknya memakai moisturizer dulu atau sunscreen?

pakai sunscreen di rumah

Urutan penggunaan skincare memang membingungkan karena setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, Dr. Melda Isaac, dokter spesialis kulit di Washington D.C., Amerika Serikat, menyarankan Anda untuk mengikuti satu urutan sederhana.

Urutan tersebut yakni membersihkan, mengobati, melembapkan, dan melindungi. Jadi, setelah Anda menggunakan sabun muka, toner, dan serum, langkah selanjutnya adalah melembapkan kulit wajah dengan moisturizer.

Ketika Anda bingung harus menggunakan moisturizer dulu atau sunscreen, ingatlah bahwa sunscreen adalah pelindung kulit. Mengacu urutan yang disarankan Dr. Isaac, sunscreen digunakan pada tahap terakhir dalam rutinitas skincare.

Perhatikan jenis sunscreen yang Anda gunakan. Bila Anda memakai sunscreen losion atau krim, tunggu hingga moisturizer menyerap seutuhnya ke dalam kulit. Mencampur keduanya malah akan mengurangi kemampuan sunscreen dalam menangkal sinar UV.

Sunscreen krim dan losion biasanya juga mengandung zinc oksida dan titanium oksida yang mengeringkan kulit. Jika Anda memakai moisturizer lebih dulu, kulit akan menjadi lebih lembap sehingga tidak terbentuk butir-butir yang menggumpal.

Kuncinya adalah menggunakan produk dengan tepat

Moisturizer sebelum sunscreen adalah urutan yang paling disarankan. Akan tetapi, ada juga orang-orang yang mungkin lebih nyaman menggunakan sunscreen atau produk lain dulu, baru diakhiri dengan moisturizer.

Hal ini sebenarnya tidak berdampak buruk bagi kulit. Hanya saja, Anda harus cermat memilih dan menggunakan moisturizer agar produk ini tidak melarutkan sunscreen dan mengurangi kemampuannya.

Kuncinya adalah menggunakan produk dalam jumlah dan cara yang tepat. Moisturizer ataupun sunscreen terlebih dulu, yang terpenting Anda mengoleskannya secara merata dan menunggunya terserap sebelum disusul dengan produk skincare lain.

Itulah tadi informasi mengenai Moisturizer Dulu Atau Sunscreen? Ini Urutan Pemakaian yang Benar dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak?, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Berkat peningkatan hormon saat hamil, sensitivitas organ intim dan gairah seks Anda bisa melonjak dramatis — bahkan tanpa harus dirangsang lebih dulu. Salah satu cara memuaskan dorongan seks selain berhubungan intim dengan pasangan adalah masturbasi. Masturbasi adalah tindakan seksual yang alami dan normal. Pertanyaannya, apakah aman untuk masturbasi saat hamil?

Masturbasi saat hamil, apakah aman?

Aktivitas seksual saat hamil tidak seharusnya menjadi masalah berarti bagi Anda. Bayi dalam kandungan dilindungi oleh cairan ketuban dan otot-otot rahim yang kuat. Oleh karena itu, seks dan masturbasi saat hamil tidak akan memengaruhi bayi Anda. Aktivitas seks juga tidak membawa tekanan fisik yang dapat memberatkan tubuh ibu hamil.

Masturbasi diketahui dapat meringankan stres, termasuk beragam masalah yang Anda hadapi selama kehamilan. Masturbasi dapat meningkatkan produksi endorfin. Endorfin merupakan sebuah hormon yang dapat menimbulkan rasa nyaman dan kebahagiaan dalam diri Anda.

Kenikmatan fisik yang dicapai melalui masturbasi mungkin juga dapat terasa melegakan bagi beberapa wanita yang tengah bergelut dengan begitu banyak isu-isu seputar kehamilan, seperti morning sickness, nyeri pinggang, dan pembengkakan kaki. Dengan kondisi fisik dan psikologis yang nyaman, Anda juga berada dalam kondisi terbaik untuk bisa tidur nyenyak.

Masturbasi saat hamil juga dapat Anda jadikan alternatif aktivitas seksual ketika perut Anda sudah semakin mencuat, yang membuat seks penetrasi bersama pasangan bisa terasa sulit. Malah, masturbasi dikenal mampu memberikan kenikmatan seksual yang lebih memuaskan daripada interaksi seksual berpasangan.

Walau masturbasi saat hamil telah diklaim aman, ada beberapa kekhawatiran yang berkaitan dengan keselamatan kehamilan, khususnya jika kehamilan Anda sudah berisiko tinggi.

Kondisi kehamilan yang sebaiknya menghindari masturbasi

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan Anda untuk menghindari hubungan seks, termasuk masturbasi saat hamil. Dokter mungkin menganjurkan ini hanya pada waktu-waktu tertentu saja, atau bahkan untuk seluruh masa kehamilan Anda.

Syarat dan ketentuannya bisa sangat berbeda antara satu wanita dengan yang lain, jadi jika dokter menganjurkan Anda untuk tidak terlibat dalam aktivitas seksual apapun, tanyakan lebih lanjut mengenai detailnya. Ini karena aktivitas seksual bisa mencakup penetrasi seksual atau hanya terkait orgasme saja, atau bisa keduanya. Jika dokter menyarankan Anda untuk berpantang dari seks, tanyakan pula apakah ini termasuk masturbasi saat hamil.

Apabila Anda berisiko tinggi untuk melahirkan prematur, memiliki plasenta previa atau rahim lemah, orgasme dapat meningkatkan kemungkinan Anda untuk melahirkan lebih awal.

Sebagian besar alasannya adalah ketika orgasme, tubuh wanita akan melepaskan hormon oksitosin ke dalam aliran darah. Oksitosin juga dikenal mirip dengan kandungan yang ada dalam obat pemicu persalinan. Obat yang sama juga digunakan untuk membantu mengecilkan rahim ke ukuran asalnya setelah melahirkan.

Di samping itu, beberapa wanita dapat mengalami kram perut ringan setelah orgasme dari aktivitas seksual. Sensasi ini berkaitan dengan aktivitas kontraksi otot, dan ini dapat memicu kontraksi Braxton-Hicks, semacam kontraksi rahim tak beraturan yang bukan tanda persalinan nyata.

Sejauh ini tidak ada bukti klinis yang mendukung bahwa masturbasi selama kehamilan sebagai faktor utama pemicu persalinan dini pada wanita yang tidak berisiko tinggi. Seks dan masturbasi saat hamil boleh-boleh saja, asal Anda merasa nyaman melakukannya.

Itulah tadi informasi mengenai Masturbasi Saat Hamil, Boleh Atau Tidak? dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Infeksi saluran kemih adalah salah satu penyakit yang banyak terjadi pada wanita. Namun, laki-laki juga bisa mengalaminya. Penyakit ini menimbulkan gejala berupa nyeri saat buang air kecil, bau urine menyengat, serta warna urine keruh atau kadang berdarah.

Jika Anda atau pasangan mengalaminya, mungkin muncul keraguan antara berhenti dan tetap melanjutkan berhubungan seks. Lantas, apakah boleh berhubungan seks saat menderita penyakit infeksi saluran kemih atau harus disetop dulu? Berikut penjelasannya.

Haruskah berhenti berhubungan seks saat infeksi saluran kencing?

cara memuaskan istri

Penyebab infeksi saluran kencing adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Hal ini menimbulkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, urinasi yang jadi lebih sering, anyang-anyangan, urine berwarna keruh atau bahkan berdarah. Beberapa orang juga mengalami gejala berupa demam serta mual dan muntah.

Penyakit ini lebih rentan menyerang wanita, terutama bagi mereka yang aktif berhubungan seksual. Sebabnya, uretra (saluran yang mengeluarkan urine dari kandung kemih) pada tubuh wanita lebih pendek daripada pria. Selain itu, posisi vagina juga berada sangat dekat dengan kandung kemih, membuatnya rentan dimasuki oleh bakteri.

Perlu diketahui, seks bisa menjadi awal mula terjadinya infeksi pada saluran kemih. Berhubungan seks dapat membuat gejala infeksi saluran kencing semakin parah.

Pasalnya, seks dapat mendorong bakteri yang ada di sekitar vagina masuk lebih jauh ke dalam tubuh melalui penetrasi sehingga hal ini akan membuat bakteri tinggal dan menempel di lapisan kandung kemih, lalu tumbuh dan berkembang biak di sana.

Lantas jika telah terjadi, pertanyaan selanjutnya adalah amankah hubungan seks yang dilakukan saat terkena infeksi saluran kemih.

Sebetulnya, Anda boleh-boleh saja berhubungan seks dengan pasangan meski saat Anda menderita infeksi saluran kencing. Namun, alangkah lebih baik jika Anda setop dulu berhubungan seks untuk sementara waktu.

Saat berhubungan seksual, semua benda yang masuk ke dalam vagina baik itu jari, mainan seks, maupun penis dapat memberikan tekanan berlebih pada organ saluran kencing. Akibatnya, kandung kemih akan semakin tergencet dan memicu rasa sakit saat berhubungan seksual.

Apakah infeksi saluran kencing bisa menular ke pasangan?

anal seks

Kabar baiknya, bercinta dengan pasangan yang terkena infeksi saluran kencing tidak menular. Penyakit ini tidak sama dengan penyakit kelamin menular seksual lain. Anda juga tidak akan tertular infeksi saluran kemih setelah menggunakan dudukan toilet yang sama.

Namun, perlu diingat bahwa memaksakan berhubungan seksual dapat memperparah gejala infeksi. Penetrasi akan memberi tekanan pada saluran kemih yang mungkin akan membuat Anda merasa tak nyaman.

Jadi, sebaiknya buatlah kesepakatan dengan pasangan untuk menunda berhubungan seks sampai infeksi pada saluran kemih Anda menghilang dan area yang terkena dampaknya sembuh.

Tips aman berhubungan seks saat menderita infeksi saluran kemih

efek vasektomi pada seks

Saat Anda didiagnosis terkena infeksi saluran kemih, dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk membantu mengobati infeksi saluran kemih yang Anda atau pasangan alami.

Dokter juga biasanya akan memberikan beberapa pantangan makanan dan minuman yang baiknya Anda hindari untuk memperlancar pemulihan. Dalam hal ini, berhubungan seks bisa menjadi salah satu hal yang disarankan untuk tidak dilakukan.

Pengobatan infeksi saluran kencing biasanya membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua minggu sampai gejalanya mereda dan sembuh total. Setelah itu, barulah Anda dan pasangan boleh kembali berhubungan intim seperti biasanya.

Namun, jika Anda memutuskan ingin tetap berhubungan seks meski sedang terinfeksi, lakukan kiat-kiat berikut supaya lebih aman.

  1. Perhatikan gejala infeksi. Jika Anda tiba-tiba ingin buang air kecil, segera hentikan aktivitas seksual. Pasalnya, menahan buang air kecil dapat menekan kandung kemih sehingga memperparah gejala infeksi.
  2. Buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan intim. Ini bermanfaat untuk membasuh bakteri yang terdapat di uretra Anda atau pasangan. Dengan demikian, risiko infeksi bisa diminimalisir.
  3. Hindari seks oral dan seks anal. Dua aktivitas seksual ini dapat memindahkan bakteri dari vagina ke anus dan mulut atau sebaliknya. Akibatnya, risiko penyebaran bakteri akan lebih besar dan meluas.
  4. Segera bersihkan diri setelah berhubungan seks. Terutama pada area genital, bersihkan dengan cara membasuh tangan dari depan ke belakang (vagina ke anus) agar bakteri dari anus tidak terbawa ke depan dan memperburuk infeksi.
  5. Rutin periksa ke dokter. Lakukan pemeriksaan berkala untuk tahu perkembangan infeksi saluran kemih Anda atau pasangan. Tanyakan pada dokter kapan waktu terbaik bisa kembali berhubungan seksual setelah dinyatakan sembuh.

Itulah tadi informasi mengenai Bolehkah Berhubungan Seks Saat Kena Infeksi Saluran Kemih? oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Menggigil: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Menggigil adalah reaksi tubuh yang wajar terjadi ketika seseorang kedinginan. Sensasi ini juga bisa menandakan kondisi medis tertentu yang perlu diwaspadai, terutama jika terjadi berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Ketahui informasi selengkapnya mulai dari gejala, penyebab, cara mengatasi, dan lainnya di bawah ini!

menggigil-doktersehat

Apa Itu Menggigil?

Menggigil adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perasaan kedinginan yang penyebabnya tidak jelas. Ketika tubuh kedinginan, otot akan berkontraksi dan rileks dengan cepat untuk menghasilkan panas. Hal inilah yang menyebabkan badan terasa sangat dingin.

Menggigil merupakan gerakan tubuh refleks, sama seperti bersin atau batuk, kita tidak bisa mengontrolnya. Kondisi bukan hanya merupakan respons tubuh terhadap udara yang dingin, tapi juga dapat disebabkan oleh penyakit tertentu.

Ciri dan Gejala Menggigil

Badan menggigil sendiri bukan merupakan penyakit, melainkan merupakan sebuah gejala. Paling umum kondisi ini dibarengi dengan gejala lain seperti demam, tapi dapat juga dibarengi dengan beberapa gejala lain. Gejala yang muncul bergantung pada kondisi yang menyebabkan tubuh terasa dingin.

Kapan Harus ke Dokter?

Apabila menggigil dan demam tidak hilang dalam waktu 48 jam, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Anda juga sebaiknya berkonsultasi apabila muncul gejala lain seperti:

  • Leher kaku
  • Mengi
  • Batuk parah
  • Sesak napas
  • Lesu dan lemas
  • Kebingungan
  • Sakit perut
  • Sakit ketika buang air kecil
  • Muntah
  • Sifat lekas marah
  • Sensitivitas terhadap cahaya

Jika demam dan badan menggigil terjadi pada anak, segera berkonsultasi ke dokter apabila:

  • Demam pada anak di bawah 3 bulan
  • Demam pada anak usia 3-6 bulan dengan gejala lesu dan rewel
  • Demam pada anak usia 6-24 bulan berlangsung lebih dari satu hari
  • Demam pada anak usia 2-17 tahun yang berlangsung lebih dari 3 hari dan tidak merespons pengobatan

Kondisi medis ini memang tidak selalu mengindikasikan kondisi berbahaya. Meskipun begitu, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami gejala seperti yang sudah disebutkan di atas.

Penyebab Menggigil

Penyebabnya secara umum tentunya adalah udara yang dingin. Namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat juga beberapa penyakit yang dapat menjadi penyebab.

Beberapa penyebab menggigil yang umum meliputi:

  • Flu
  • Flu perut akibat bakteri atau virus
  • Demam
  • Gangguan psikogenik
  • Radang tenggorokan
  • Sinusitis
  • Infeksi saluran kemih
  • Malaria
  • Pneumonia
  • Menggigil postanestetik
  • Meningitis
  • Reaksi terhadap aktivitas fisik ekstrem
  • Hipotiroidisme
  • Hipoglikemia
  • Malnutrisi
  • Efek samping obat
  • Hipotermia
  • Reaksi emosional
  • Kecemasan
  • Sepsis
  • Tremor

Diagnosis Menggigil

Diagnosis dilakukan untuk mencari tahu apa penyebab menggigil. Dokter akan melakukan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang lainnya jika dibutuhkan.

1. Anamnesis

Dokter akan bertanya tentang riwayat kesehatan Anda secara keseluruhan dan bertanya tentang gejala yang Anda alami. Beberapa pertanyaan terkait badan menggigil dan demam yang mungkin ditanyakan meliputi:

  • Apakah menggigil menyebabkan gemetar atau hanya menyebabkan kedinginan?
  • Berapa suhu tubuh tertinggi yang menyertai kedinginan?
  • Apakah baru merasakan badan dingin sekali atau pernah mengalami episode berulang?
  • Berapa lama setiap episode menggigil berlangsung?
  • Apakah kondisi ini dimulai setelah terpapar alergen atau muncul secara tiba-tiba?
  • Apakah terdapat gejala lainnya?

2. Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk melihat adanya tanda klinis penyakit pada tubuh pasien.

3. Tes Diagnostik

Pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk memastikan kondisi yang Anda alami. Beberapa jenis tes diagnosis yang mungkin akan disarankan oleh dokter adalah seperti:

  • Tes darah. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah yang kemudian dikirim ke laboratorium untuk mendeteksi keberadaan bakteri atau jamur dalam darah.
  • Tes urine. Pemeriksaan sampel urine yang dilakukan di laboratorium untuk mendeteksi bakteri dan jamur.
  • Kultur sputum. Pemeriksaan sampel lendir dari paru-paru dan bronkus untuk mendeteksi organisme asing seperti bakteri atau jamur.
  • Rontgen dada. Tes ini bertujuan untuk mendeteksi pneumonia, tuberkulosis (TBC), atau infeksi lainnya.

Baca Juga: Demam: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Pengobatan Menggigil

Cara mengatasi menggigil lainnya tentunya disesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan udara dingin, tentunya kondisi ini tidak memerlukan pengobatan khusus dan dapat mereda dengan sendirinya jika Anda menghangatkan tubuh.

Jika membutuhkan perawatan, maka perawatan dapat berupa perawatan di rumah atau dapat juga berupa perawatan medis jika dibutuhkan.

1. Perawatan di Rumah

Jika badan menggigil dibarengi dengan demam ringan, perawatan di rumah dapat dilakukan untuk mengatasinya. Demam ringan adalah apabila kenaikan suhu tubuh tidak melebihi 38,6° C.

Berikut ini beberapa cara mengatasi menggigil di rumah:

  • Istirahat yang cukup.
  • Minum cairan yang banyak.
  • Tutupi tubuh dengan pakaian dan selimut tipis, hindari selimut tebal dan pakaian tebal yang dapat meningkatkan suhu tubuh dan justru menyebabkan Anda demam.
  • Seka tubuh atau mandi dengan air hangat untuk menurunkan demam.
  • Gunakan obat OTC (over-the-counter) atau obat bebas untuk mengatasi demam seperti aspirin, parasetamol, atau ibuprofen.

Jika ingin menggunakan obat, pastikan Anda membaca petunjuk penggunaannya dengan teliti dan menghindari penggunaan jangka panjang.

Perawatan di rumah pada anak dan dewasa kurang lebih tidak jauh berbeda. Namun apabila demam ringan terjadi pada anak, sebaiknya hanya berikan parasetamol saja dan jangan berikan obat lain, terutama aspirin.

Jangan lupa juga untuk memberikan asupan cairan lebih banyak untuk mencegah anak mengalami dehidrasi.

2. Perawatan Medis

Apabila kondisi ini disebabkan oleh gangguan medis tertentu, perawatannya tentu akan bergantung pada penyebabnya. Episode badan terasa sangat dingin berulang bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius yang mungkin membutuhkan perawatan jangka panjang untuk mengatasinya.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Dokter baru dapat menentukan cara mengatasi menggigil yang paling tepat untuk Anda setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan melakukan diagnosis.

Komplikasi Menggigil

Badan menggigil biasanya kondisi yang menandakan berkembangnya infeksi atau peradangan. Dalam beberapa kasus, kondisi ini terkait dengan kondisi serius atau mengancam nyawa, seperti meningitis atau hipotermia.

Oleh karena itu, penting untuk segera memeriksakan ke dokter. Setelah penyebab yang mendasarinya didiagnosis, ikuti saran perawatan dari dokter untuk membantu mengurangi potensi komplikasi berikut:

  • Kerusakan otak akibat demam yang sangat tinggi.
  • Dehidrasi karena kekurangan asupan cairan, demam, muntah, diare, dan peningkatan keringat.
  • Mengalami kejang.
  • Syok, koma, dan kegagalan organ.

Pencegahan Menggigil

Berikut ini adalah beberapa cara mencegah menggigil:

  • Pastikan menggunakan pakaian tebal ketika musim dingin atau hujan.
  • Pastikan suhu ruangan tetap hangat.
  • Menjaga kebersihan ruangan dan tangan untuk mencegah virus atau bakteri.
  • Minum cairan yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Makan makanan bergizi untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
  • Mendapatkan vaksin atau imunisasi sesuai jadwal yang ditentukan.

_

Itu dia informasi lengkap tentang menggigil. Meskipun tidak selalu mengindikasikan penyakit berbahaya, tapi kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan dan harus diatasi dengan cara yang tepat. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Donohue, Maureen dan Valenica Higuera. 2018. What You Should Know About the Chills. https://www.healthline.com/health/chills. (Diakses 7 April 2020).
  2. Healthgrades Editorial Staff. 2018. Chills. https://www.healthgrades.com/right-care/symptoms-and-conditions/chills. (Diakses pada 27 Juli 2020)
  3. Roland, James. 2017. What You Should Know About Shivering. https://www.healthline.com/health/shivering. (Diakses 7 April 2020).
  4. Sissons, Claire. 2020. How to stop shivering. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322515. (Diakses 7 April 2020).
  5. Whelan, Corey. 2018. 7 Causes for Chills Without Fever and Tips for Treatment. https://www.healthline.com/health/chills-without-fever. (Diakses 7 April 2020).

Itulah tadi informasi dari judi online mengenai Menggigil: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi, Pencegahan, dll oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Isoflurane: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Isoflurane adalah obat anestesi yang digunakan untuk pada prosedur operasi atau prosedur medis lain yang membutuhkan anestesi. Obat ini diberikan melalui inhalasi atau dengan cara dihirup. Ketahui selengkapnya tentang obat ini mulai dari manfaat, dosis, efek samping, dan lainnya berikut ini.

obat-isoflurane-doktersehat

Rangkuman Informasi Obat Isoflurane

Nama Obat Isoflurane
Kelas Terapi Obat Anestesi umum
Kategori Obat keras (harus dengan resep dokter)
Manfaat Obat Membuat pasien tertidur selama prosedur medis
Kontraindikasi ·         Hipersensitif

·         Riwayat hipertermia maligna

Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Sediaan Obat Inhalasi

Isoflurane Obat Apa?

Apa itu isoflurane? Isoflurane adalah obat yang digunakan untuk anestesi umum atau dikenal juga dengan bius lokal. Obat ini diberikan pada pasien dengan cara inhalasi atau dihirup. Menghirup obat ini akan membuat pasien tertidur selama prosedur operasi atau prosedur medis lainnya yang membutuhkan bius total.

Fungsi Isoflurane

Secara umum fungsi obat ini adalah untuk anestesi umum seperti:

  • Digunakan untuk membuat pasien tertidur untuk operasi.
  • Digunakan untuk membuat pasien tertidur untuk prosedur medis lainnya.

Peringatan dan Perhatian Isoflurane

Isoflurane termasuk ke dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus melalui resep dokter. Pemberian obat ini juga hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu menjadi peringatan dan perhatian selama penggunaan obat ini:

  • Beri tahu dokter apabila Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau komponen lain yang mungkin terkandung dalam obat ini.
  • Beri tahu dokter apabila Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat hipertermia maligna (komplikasi anestesi yang dapat berakibat fatal). Tanda kondisi ini meliputi demam tinggi, detak jantung cepat, kekakuan otot, dan kesulitan bernapas.
  • Hindari berkendara atau mengoperasikan mesin sebelum efek obat ini benar-benar hilang.
  • Obat ini dapat menyebabkan kadar kalium tinggi pada beberapa kasus. Kondisi ini dapat menyebabkan detak jantung abnormal bahkan kematian pada anak-anak setelah operasi. Potensi efek ini lebih besar terjadi pada pasien dengan masalah otot.
  • Hati-hati penggunaan pada anak-anak. Penggunaan jangka panjang pada anak usia di bawah 3 tahun dapat menyebabkan masalah otak jangka panjang.
  • Penggunaan pada ibu hamil trimester 3 juga berpotensi menyebabkan efek kerusakan otak jangka panjang pada janin yang belum dilahirkan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui sebelum menggunakan obat ini.

Interaksi Obat Isoflurane

Interaksi obat dapat terjadi ketika obat ini digunakan bersama dengan jenis obat-obatan lain tertentu. Interaksi obat menyebabkan efektivitas obat menurun dan dapat meningkatkan potensi terjadinya efek samping.

Berikut adalah interaksi obat yang mungkin terjadi ketika Isoflurane digunakan bersama dengan obat lain:

  • Menurunkan konsentrasi alveolar minimum jika digunakan bersama dengan nitrous oksida.
  • Meningkatkan depresi pernapasan jika digunakan bersama dengan obat narkotika.
  • Meningkatkan risiko aritmia ventrikel ketika digunakan dengan obat simpatomimetik seperti isoprenalin, epinefrin, dan adrenalin.
  • Dapat meningkatkan efek relaksan pada obat penghambat neuromuskular, terutama tipe nondepolarisasi.

Daftar interaksi obat di atas kemungkinan bukan merupakan daftar lengkap. Beri tahu dokter apabila Anda sedang mengonsumsi atau belakangan mengonsumsi obat-obatan tertentu baik obat resep, nonresep, hingga herbal.

Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan interaksi obat, maka sebaiknya dihindari. Diskusikan juga dengan dokter tentang jenis makanan atau minuman yang sebaiknya dihindari selama penggunaan obat ini untuk menghindari interaksi obat.

Efek Samping Isoflurane

Obat-obatan jenis apapun berpotensi menimbulkan efek samping, begitu juga dengan obat ini. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin muncul:

  • Hipotensi
  • Depresi pernapasan
  • Aritmia
  • Peningkatan jumlah sel darah putih
  • Menggigil
  • Mual
  • Muntah

Efek samping di atas tidak selalu terjadi. Efek samping ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat penggunaan obat dihentikan.

Efek samping juga mungkin terjadi akibat penggunaan obat berlebihan, interaksi obat, penggunaan jangka panjang, atau karena kondisi tertentu dari setiap pasien yang tentunya berbeda-beda.

Jika Anda merasakan gejala efek samping berat atau reaksi alergi dari penggunaan obat ini, segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dosis Isoflurane

Obat ini diberikan melalui inhalasi, artinya obat ini harus dihirup oleh pasien agar pasien tersebut dapat tertidur. Dosis obat ini bersifat individual, sehingga dokter akan memberikan dosis disesuaikan dengan kondisi pasien.

Berikut adalah dosis yang umum diberikan:

  • Induksi inhalasi: 0,5% v/v dengan oksigen atau campuran oksigen dan nitro oksida. Dosis dapat ditingkatkan menjadi 1,5-3% v/v.
  • Pemeliharaan: 1-2.5% v/v dengan oksigen dan campuran nitro oksida atau 1.5-3.5% v/v dengan oksigen saja.
  • Anestesi selama operasi caesar: 0,5-0,75% v/v dengan oksigen dan campuran nitro oksida.

Dosis di atas adalah aturan dosis yang lazim diberikan untuk dewasa. Dosis dapat berubah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien.

Petunjuk Penggunaan Isoflurane

Obat ini harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaannya. Berikut adalah aturan minum dan penggunaannya yang benar:

  • Obat diberikan melalui inhalasi oleh tenaga medis profesional.
  • Obat digunakan sesuai dengan dosis yang ditentukan oleh dokter.
  • Jangan lupa memberi tahu dokter tentang riwayat medis serta riwayat penggunaan obat Anda sebelum menerima obat ini.

Petunjuk Penyimpanan Isoflurane

Berikut adalah petunjuk penyimpanan obat ini yang harus diperhatikan:

  • Simpan obat ini pada suhu kamar, yaitu antara 15-30°C.
  • Simpan obat dengan tutup rapat.
  • Simpan obat ini di tempat kering dan tidak lembap. Jangan simpan obat ini di kamar mandi.
  • Hindari obat dari cahaya atau sinar matahari langsung.
  • Hindari obat dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.

Itu dia informasi lengkap tentang apa itu isoflurane. Semoga informasi ini bermanfaat!

 

  1. Anonim. Isoflurane. https://www.drugs.com/cdi/isoflurane.html. (Diakses 26 Juni 2020).
  2. MIMS. Isoflurane Dexa Medica. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/isoflurane%20dexa%20medica?type=brief&lang=id. (Diakses 26 Juni 2020).
  3. MIMS. Isoflurane. https://www.mims.com/philippines/drug/info/isoflurane?mtype=generic. (Diakses 26 Juni 2020).

Itulah tadi informasi dari daftar joker123 mengenai Isoflurane: Fungsi, Dosis, Efek Samping, dll oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet dan Pencegahannya oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Seperti yang sudah kita ketahui, penularan virus COVID-19 melalui droplet, baik dari saat berbicara, bersin, batuk, maupun droplet yang menempel. Penularan melalui udara bisa terjadi pada kondisi tertentu pada prosedur-prosedur yang menghasilkan aerosol seperti intubasi pada orang yang akan dioperasi atau resusitasi jantung dan paru. Lalu, bagaimana dengan risiko penularan COVID-19 di toilet?



Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Penularan melalui jalur fecal-oral masih diteliti sebagai jalur penularan COVID-19 karena ditemukan RNA virus ini di tinja pasien. Waktu munculnya virus ini di tinja belum bisa di pastikan apakah pada masa inkubasi, selama sakit atau setelah penyembuhan.

Pada beberapa pasien memang bisa ditemukan gejala-gejala pencernaan seperti diare,muntah, atau nyeri perut. Pada pasien yang memiliki gejala pencernaan maupun tidak memiliki gejala pencernaan tetap bisa ditemukan komponen virus tersebut di tinjanya.

Selain dari tinja, komponen virus ini juga bisa ditemukan di urine penderita.

Sekitar  3,7% pasien dalam urinenya bisa ditemukan komponen virus walau hanya dalam jumlah virus (viral load) yang sedikit. Hal paling penting dalam mengetahui apakah suatu metode penularan berbahaya atau tidak adalah jumlah virus (viral load). Semakin tinggi jumlahnya maka kemungkinan penularan virus melalui metode tersebut semakin tinggi.

Jumlah virus tertentu diperlukan untuk bisa menularkan ke orang lain, contohnya seperti pada virus HIV, jumlah virus di darah cukup tinggi sehingga  virus ini bisa menularkan ke orang lain apabila memakai jarum suntik yang sama namun tidak menular melalui pemakai sendok yang bersamaan karena jumlah virus di ludahnya terlalu rendah untuk bisa menularkan ke orang lain.

Walaupun buktinya masih sedikit, namun penularan melalui fecal-oral ini perlu diperhatikan karena pada tahun 2003 saat wabah SARS terjadi, di sebuah komplek apartemen di Hong Kong terjadi penularan yang sangat cepat melalui aerosol dari saluran pembuangan air.

Jika memang penularan fecal-oral bisa terjadi, maka toilet menjadi salah satu sumber infeksi. Penggunaan toilet yang tidak tepat akan menyebabkan infeksi silang jika tidak ada langkah pencegahan yang  dapat diambil. Hal ini dapat terjadi terutama di toilet umum.

Banyak orang yang memiliki kebiasaan buruk saat menggunakan toilet umum seperti meludah  di dalam toilet dan menyentor tanpa menutup tutup toilet. Kebiasaan  buruk ini mengakibatkan penularan melalui toilet masih mungkin terjadi walaupun untuk memastikannya perlu bukti yang lebih kuat.

Cara Penularan COVID-19 di Toilet

Pada sebuah penelitian ditemukan bahwa ketika kita menekan tombol toilet (flushing), 40%-60% partikel virus dapat mencapai dudukan toilet karena saat kita menekan tombol toilet, ada air yang masuk ke sebuah mangkuk di dalam tangki karena tekanan sehingga menyebabkan perubahan aliran udara. Sebaiknya ketika menekan tombol toilet lebih baik ditutup, sehingga udara yang dihasilkan akan terhalangi oleh tutup toilet.

Kemungkinan penularan lain yang bisa terjadi di toilet adalah saat kita memegang barang-barang yang terkena droplet penderita, seperti gagang pintu dan tombol flush lalu kita memegang mata, mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, karena virus ini bisa masuk melalui bagian tubuh yang bermukosa.

Penularan melalui kontak langsung bisa saja terjadi apabila saat kita berada di toilet umum kita berdiri terlalu dekat dengan penderita lalu dia berbicara, bersin atau batuk. Oleh karena itu, tetapkan jarak aman bila bertemu dengan orang lain, yaitu minimal 1 meter,akan lebih baik bila membatasi jumlah orang yang ada di dalam toilet apabila ini toilet umum. Apabila di rumah ada yang sedang sakit, bila memungkinkan gunakanlah 2 toilet yang berbeda.

Tips Mencegah Penularan COVID-19 Melalui Toilet

Walaupun penularan COVID-19 melalui toilet masih membutuhkan bukti yang lebih banyak, tetapi ada beberapa cara mencegah supaya tidak meningkatkan angka penularan terutama pada orang-orang yang tinggal di tempat komunal seperti panti jompo, rumah sakit, atau di tempat umum seperti pusat perbelanjaan.

Hal-hal yang harus di lakukan adalah membersihkan toilet sesering mungkin dengan air dan sabun atau deterjen, untuk menghilangkan partikel organik lalu baru diberi cairan disinfektan yang direkomendasikan seperti klorin atau alkohol.

Apabila di rumah, cukup gunakan klorin 0,1% atau alkohol 70% dan dilakukan disinfkesi selama 1 menit. Namun untuk toilet umum di fasilitas  kesehatan perlu dilakukan disinfeksi sebanyak tiga kali sehari dengan klorin 0,1%, alkohol 70% atau hidrogen peroksida di atas 0,5%.

Virus ini bisa bertahan beberapa hari di jenis permukaan yang berbeda, seperti di kayu bisa bertahan 1 hari, di kaca bertahan 2 hari dan plastik serta stainless steel bisa bertahan hingga 4 hari. Petugas kebersihan yang melakukannya harus memakai alat pelindung diri seperti baju tertutup, masker, sarung tangan, sepatu boots dan kaca mata.

Selalu sediakan hand sanitizer di toilet dan instruksikan pengguna toilet untuk mencuci tangan sesering mungkin. Sebaiknya alat cuci tangan yang digunakan adalah yang otomatis, bisa sehingga meminimalisir kontak. Pastikan untuk menggunakan tisu setelah menutup kran air cuci tangan untuk menghindari kemungkinan terkontaminasi virus.

Kemudian untuk jenis tempat sampah di toilet sebaiknya memakai sensor, namun yang memakai pedal juga lebih baik daripada model tempat sampah yang perlu dibuka menggunakan tangan. Secara ideal, toilet yang paling baik dalam mengurangi penyebaran virus ini adalah yang memiliki model tanpa kontak dan barang-barang sekali pakai. Meskipin demikian, kita sebaiknya harus tetap melakukan langkah-langah pencegahan COVID-19.

 

Informasi kesehatan ini disponsori:
logo-cimsa-ugm-doktersehat

 

 

 

  1. Amirian, Susan.E.2020.Potential fecal transmission of SARS-CoV-2: Current evidence and implications for public health. International Journal of Infectious Diseases 95 (2020) 363â€"370
  2. McKinney, Kelly R.2006.Environmental transmission of SARS at Amoy Gardens.J Environ Health.
  3. Li, Yun-yun, et al.2020.Can a toilet promote virus transmission ? From fluid dynamics perspective.American Institute of Physics
  4. WHO.2020.Clearing and disinfection of environmental surfaces in the context of COVID-19: Interim guidance.

Itulah tadi informasi dari poker idn mengenai Risiko Penularan COVID-19 Melalui Toilet dan Pencegahannya oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.

Halo sahabat selamat datang di website perawathomecare.xyz, pada kesempatan hari ini kita akan membahas seputar Paronikia: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - perawathomecare.xyz, kami sudah mempersiapkan artikel tersebut dengan informatif dan akurat, silahkan membaca

Paronikia adalah masalah kesehatan yang kasusnya terbilang umum. Memangnya, apa itu paronikia? Ketahui lebih lanjut mengenai kondisi yang satu ini mulai dari ciri-ciri, penyebab, hingga pengobatan dan pencegahannya.

paronikia-doktersehat

Apa Itu Paronikia?

Paronikia adalah kondisi ketika jaringan kulit yang ada di sekitar kukuâ€"tangan dan kakiâ€"mengalami infeksi, entah itu infeksi bakteri, virus, atau jamur. Area kulit yang terdampak lantas akan mengalami pembengkakan yang terasa sakit saat tersentuh.

Kondisi yang umum kita kenal sebagai ‘cantengan’ ini merupakan jenis infeksi yang tidak boleh disepelekan. Pasalnya, infeksi yang terjadi apabila dibiarkan akan semakin bertambah parah dan bisa-bisa menyebabkan rusaknya jaringan kulit.

Jenis-Jenis Paronikia

Paronikia sendiri terbagi menjadi 2 (dua) jenis yang mana pembagian didasari dari faktor penyebab, kemunculan gejala, dan durasi proses penyembuhan. Jenis-jenis yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Paronikia Akut

Paronikia akut adalah jenis yang proses kemunculan gejalanya berlangsung dengan cepat. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri, tepatnya bakteri Enterococcus dan Staphylococcus.

Terjadinya infeksi bakteri tersebut bukannya tanpa sebab, melainkan dipicu oleh sejumlah aktivitas seperti mencabut kutikula kuku hingga perawatan kuku (manicure).

2. Paronikia Kronis

Sementara itu, paronikia kronis terjadi secara bertahap. Jenis ini bisa dialami oleh jari-jari tangan maupun kaki. Bakteri jenis candida ditengarai menjadi biang keladi dari kondisi ini.

Dibandingkan dengan jenis akut, jenis kronis ini memiliki proses penyembuhan yang lebih lama. Selain itu, seseorang yang mengalami paronikia kronis juga berpotensi untuk kembali mengalami masalah kesehatan ini di kemudian hari.

Ciri dan Gejala Paronikia

Penyakit infeksi ini ditandai oleh sejumlah ciri dan gejala. Gejala yang muncul bisa saja berbeda-beda, tergantung dari jenis yang diderita hingga tingkat keparahannya.

Adapun gejala paronikia yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Ciri dan Gejala Paronikia Akut

Ciri-ciri dari kondisi akut meliputi:

  • Nyeri pada area kulit yang terdampak
  • Area kulit yang terinfeksi berwarna kemerahan
  • Area kulit yang terinfeksi membengkak
  • Kuku di sekitar area kulit yang terinfeksi mudah lepas
  • Terdapat nanah

2. Ciri dan Gejala Paronikia Kronis

Sementara itu, ciri-ciri paronikia kronis meliputi:

  • Area kulit di sekitar kuku melunak
  • Area kulit yang terdampak membengkak dan berwarna kemerahan
  • Kutikula kuku lepas
  • Kuku dan area kulit yang terinfeksi lembap

Selain gejala-gejala di atas, mungkin masih ada lagi gejala lainnya yang timbul saat Anda mengalami infeksi yang satu ini. Jika kondisi sudah berlangsung lama dan semakin menimbulkan ketidaknyamanan, segera kunjungi dokter guna dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala yang tadi sudah disebutkan. Penanganan medis sedini mungkin bertujuan untuk mempercepat penyembuhan, pun mencegah kondisi bertambah buruk dan berujung pada komplikasi serius.

Penyebab Paronikia

Penyebab paronikia adalah infeksi yang sebagian besar disebabkan oleh bakteri (beberapa kasus disebabkan oleh jamur dan virus). Bakteri yang dimaksud seperti:

  • Staphylococcus aureus
  • Streptococcus pyogenes
  • Enterococcus
  • Candida

Bakteri masuk ke dalam jaringan kulit yang berada di sekitar kuku. Hal ini dimungkinkan karena pada jaringan kulit tersebut terdapat kerusakan yang dipicu oleh sejumlah hal seperti:

  • Menggigit kuku
  • Memotong kuku terlalu pendek
  • Pertumbuhan kuku yang lambat
  • Manicure
  • Tangan terlau sering terkena air sehingga lembap

Faktor Risiko Paronikia

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami penyakit paronikia. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  • Jenis kelamin (wanita lebih rentan mengalami kondisi ini ketimbang pria)
  • Sering menggunakan sarung tangan/kaos kaki
  • Sering terpapar air
  • Sering terpapar bahan kimia tertentu

Diagnosis Paronikia

Diagnosis dilakukan untuk mencari tahu apa yang menyebabkan pasien bisa mengalami kondisi tersebut, pun seberapa besar tingkat keparahannya. Hal ini menjadi penting karena akan menentukan langkah medis yang nantinya diterapkan guna mengatasinya.

Diagnosis terbagi menjadi 3 (tiga) tahapan, yaitu:

1. Anamnesis

Pertama-tama, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pasien berkaitan dengan keluhan yang dialami. Pertanyaan di antaranya meliputi:

  • Gejala apa saja yang dirasakan?
  • Sudah berapa lama kondisi ini berlangsung?
  • Apakah pernah mengalami kondisi ini sebelumnya? Jika ya, seberapa sering?
  • Apa saja kegiatan yang dilakukan sehari-hari?

2. Pemeriksaan Fisik

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap fisik pasien yang dalam hal ini adalah kuku dan kulit di sekitarnya. Melalui pemeriksaan fisik, dokter mungkin sudah bisa mengidentifikasi infeksi yang terjadi.

Akan tetapi, bisa saja pemeriksaan fisik tidak cukup memberikan gambaran mengenai kondisi pasien. Jika sudah begitu, maka pemeriksaan penunjang akan dilakukan.

3. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penujang dilakukan untuk memastikan jenis dan tingkat keparahan paronikia yang dialami oleh pasien. Pemeriksaan penunjang yang dimaksud adalah pengambilan sampel cairan yang ada pada kulit yakni nanah untuk kemudian dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan Paronikia

Pengobatan masalah kesehatan yang satu ini tergantung dari jenis dan tingkat keparahannya. Pada kasus yang terbilang ringan, Anda mungkin bisa mengatasi kondisi ini secara mandiri seperti dengan merendam tangan di air hangat selama beberapa menit.

Air hangat dapat membantu membunuh bakteri yang ada di dalam kulit. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi obat-obatan seperti ibuprofen dan paracetamol untuk meredakan rasa nyeri yang timbul.

Sementara itu, pengobatan paronikia juga meliputi pemberian obat-obatan antibiotik apabila kondisi ini disebabkan oleh bakteri. Obat antibiotik yang dimaksud seperti:

  • Clindamycin
  • Dicloxacillin

Apabila kondisi ini disebabkan oleh infeksi jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur topikal sebagai solusinya. Obat antijamur yang umum diberikan adalah:

  • Ketoconazole
  • Clotrimazole

Selain metode-metode di atas, mungkin masih ada lagi metode pengobatan lainnya yang akan diterapkan oleh dokter menyesuaikan dengan kondisi pasien. Pastikan Anda mendapat penanganan medis yang tepat.

Pencegahan Paronikia

Kondisi ini dapat dicegah dengan sejumlah tips berikut ini:

  • Hentikan kebiasaan menggigit kuku.
  • Hindari menggunting kuku terlalu pendek.
  • Hindari paparan air pada jari tangan dan kaki terlalu lama.
  • Hindari penggunaan sarung tangan dalam waktu lama.
  • Jaga kebersihan jari tangan dan kaki.

 

  1. Anonim. 2018. Paronychia. https://www.health.harvard.edu/a_to_z/paronychia-a-to-z (Diakses pada 24 Juli 2020)
  2. Anonim. What is Paronychia. https://kidshealth.org/en/teens/paronychia.html (Diakses pada 24 Juli 2020)
  3. Ellis, M. 2018. Paronychia. https://www.healthline.com/health/paronychia#causes (Diakses pada 24 Juli 2020)
  4. Kandola, A. 2018. How to treat paronychia (an infected nail). https://www.medicalnewstoday.com/articles/324059#treatment (Diakses pada 24 Juli 2020)

Itulah tadi informasi dari agen judi poker mengenai Paronikia: Jenis, Gejala, Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan oleh - perawathomecare.xyz dan sekianlah artikel dari kami perawathomecare.xyz, sampai jumpa di postingan berikutnya. selamat membaca.